Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Muh. Farid yang kerap pula disapa Farid adalah pemuda asal Polewali Mandar yang sedang berkuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (Prodi PBSI FBS UNM).

“Alhamdulillah, tahun ini adalah tahun luar biasa buat saya karena bisa kembali untuk kedua kalinya lolos program internasional (student exchange) yang sebelumnya lolos program Internasional Youth Summit di Turki Tahun 2022 oleh Yayasan Duta Inspirasi Indonesia. Tahun 2023 ini, saya kembali diberikan kesempatan untuk bisa ke luar negeri yang langsung ke 3 Negara yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand yang diadakan oleh Global Education (IG: @global_education2020),” ucapnya bangga.

Saya sedikit kurang optimis, katanya lagi, saat itu karena lawan saya semuanya keren dan punya pengalaman luar biasa. Namun karena dukungan orang tua dan orang-orang terdekat saya, alhamdulillah bisa melewatinya dan menjadi peserta dengan nilai tertinggi.

Program ini ada 3 tahap seleksi yakni Berkas (Administrasi), Tes Wawasan Kebangsaan dan Isu Global, dan Esai (Karya Tulis).

Global Education adalah Sebuah lembaga non-pemerintah yang menjalankan program-program pendidikan dengan bermaksud membentuk pola pemikiran pemuda- pemudi Indonesia agar dapat berpandangan secara global. Yang memiliki tujuan untuk menambah wawasan mengenai sistem pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di negara tujuan (Malaysia, Singapura, dan Thailand).

Global Education 3 Negara ini dilaksanakan 23-28 Oktober 2023. Di mana menjalin hubungan nasional antar pemuda Indonesia maupun internasional dengan penduduk/instansi di negara Singapore, Malaysia, dan Thailand.

Main agenda dari program ini adalah Internasional Seminar, Discussion Forum, Campus Visit, dan City Tour ke beberapa wisata yang ada di Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Alhamdulillah sangat bersyukur karena pada kegiatan apresiasi di Konsulat Republik Indonesia Songkhla, Thailand, saya terpilih sebagai The Most Favorite Delegate (Delegasi Paling Favorit) dari kurang lebih 35 delegasi,” tegas sumringah.

Dari sini saya banyak belajar bahwa sebuah kegagalan adalah proses mendewasakan diri dan belajar untuk memperbaiki. Jika orang lain bisa kenapa kita sendiri tidak bisa. Saya juga ingin memberikan motivasi buat pemuda-pemudi lainnya bahwa tidak ada kata tidak bisa ketika kita belajar, berusaha, dan terus berproses untuk mencoba.

“Habiskan jatah gagalmu hari ini dan jemput jatah berhasilmu untuk hari esok dan nanti. Believe yourself, you can do it. If you never try, you never know,”ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *